Pacaran Menurut Pandangan Dan Hukum Agama Islam

Pacaran Menurut Islam - Pacaran sudah menjadi hal biasa pada zaman serba modernisasi ini. Banyak orang-orang yang menganggap pacaran adalah hal yang biasa dan hal yang tidak sedikitpun menebarkan dosa untuk pelakunya. Apakah anda pacaran? Kenapa? Tanyakan pada diri anda sendiri dan instropeksi diri saja.
Pacaran Menurut Hukum Agama Islam

Apa Penyebab Anda Pacaran?

Apa sebenarnya hal-hal yang menarik anda untuk terjerumus ke dalam pacaran? Apakah karena gengsi dan malu apabila tidak mempunyai pacar, atau ingin menikmati apa yang dinikmati orang yang pacaran, apakah itu? Ataukah hal-hal berikut:

1. Merasa Sendiri dan Sepi
Jika anda merasa sendiri saat tidak punya pacar, lalu bagaimana dengan Allah yang selalu ada untuk kita. Dimana anda menganggap allah berada jika selalu merasa sepi saat tidak punya pacar. Allah selalu melihat kita, sedangkan pacar? Apa? Pacar tidak ada bandingannya dengan Allah, karena pacar juga makhluk Allah seperti manusia-manusia lainnya.

2. Gengsi
Apakah gengsi? Kenapa gengsi? Gengsi dengan teman? Atau? Gengsi sama sekali tidak bermanfaat. Seharusnya jangan gengsi karena tidak punya pacar. Gunakan rasa gengsi kita karena tidak punya amal kebaikan, itu lebih baik dan bisa memotivasi agar menjadi pribadi yang beriman.

Apakah dua hal tersebut yang menarik perhatian anda untuk pacaran. Ayo lah kawan-kawan, pikirkan apa dampaknya untuk keimanan kita. Pikirkan baik-baik.

Apa Yang Dilakukan Ketika Pacaran?

Apa yang anda lakukan ketika sedang pacaran. Apakah anda melakukan yang dilakukan kebanyakan orang? Atau anda punya cara sendiri dan membuat pacaran terasa islami. Ingan kawan-kawan, pacaran islami itu tidak ada, jangan membuat hukum sendiri, jalani saja hukum yang wajib berdasarkan Al-Quran dan Hadits.
Jika ada yang bilang "Saya tidak melakukan apa-apa saat pacaran", tegurlah, kenapa tidak melakukan apa-apa kok masih saja pacaran. Kan rugi cuma membuang waktu dan mengeroposkan iman saja.
Lebih baik jangan pacaran saja, langsung menikah saja jika memang benar-benar ingin memiliki seseorang tersebut. Itu malah akan jadi manfaat setelah anda menikah, karena menikah juga Sunnah Rasul.

Pacaran Menurut Kaca Mata Islam

Dalam islam tidak ada yang namanya pacaran. Namun entah pada agama yang lain. Yang jelas, islam sangat tidak dianjurkan dan bisa menambah dosa dan sama sekali tidak mendatangkan pahala.

Berikut penjelasan hukum pacaran dalam islam, walaupun tidak ada kata pacaran dengan jelas dalam islam, namun itu tetap ada. Mungkin yang bilang tidak ada karena tidakingin mempelajari lebih jauh mengenai islam.

1. Islam Melarang Seseorang Mendekati Zina
Zina adalah hubungan yang terjadi diluar pernikahan yang apabila dilakukan akan mendapat dosa besar. Banyak orang yang mungkin saja menganggap bahwa berzina adalah orang yang melakukan persetubuhan, padahal bukan hanya itu, namun segala aktivitas hubungan seksual yang merusak kehormatan juga dikategorikan zina. Perhatikan firman-firman Allah tentang Zina dibawah ini.

Allah berfirman dalam QS Al-Israa': Ayat 32 yang artinya:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."

Allah berfirman dalam QS An-Nur: Ayat 33 yang artinya:
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa.

Nah, coba kawan-kawan perhatikan firman-firman Allah diatas. Mulai dari Surah Al-Israa' menjelaskan bahwa mendekati zina saja sudah tidak boleh, apalagi melakukan. Pacaran itu termasuk zina loh, jadi hindari dan jangan coba-coba mendekati apalagi melakukan perzinaan agar terhindar dari dosa.

Dan Surah An-Nur juga menegaskan. Jika anda belum mampu kawin atau menikah, jagalah diri anda agar menjaga kesuciannya. Setelah anda sudah siap, segeralah melakukan perjanjian terhadap keluarga seseorang yang anda sayangi dan pinanglah dengan memberikan sebagian harta yang diberikan Allah untuk memenuhi perjanjian tersebut.

2. Islam Melarang Lawan Jenis Berduaan
Yang dimaksudkan disini adalah orang yang belum sah atau belum menikah. Kalau sudah menikah sih, sah-sah saja kan. Namun yang akan dibicarakan adalah yang belum menikah ya. Perhatikan Sabda Rasulullah SAW berikut.

Rasalullah SAW bersabda:
"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya." (HR. Bukhari, no. 5233).

Rasulullah SAW bersabda:
"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya."(HR. Ahmad no. 15734).

Dari Sabda Rasul diatas sudah jelas pula kan, Seseorang yang bukan mahrom tidak boleh berduaan kecuali sudah menikah. Tapi apa yang dilakukan orang yang pacaran? Tetap berduaan kan? Iya lah, itu pasti.
Saya juga sering melihat teman saya yang sedang naik motor berduaan dan tanpa adanya sekat sedikitpun dari mereka berdua. Malahan, menempel dengan si perempuan memeluk si laki-laki. Mauzubillahiminzalik.
Semoga kita tidak terjebak dalam perbuatan tersebut.

Kesimpulan
Dari artikel yang saya tulis diatas, saya menyimpulkan bahwa memang jelas-jelas Pacaran itudilarang. Bukan saya loh yang melarang. Malah tuhan kita sendiri, yaitu Allah yang melarang pacaran (zina) melalui firmanNya yang berada dalam pedoman hidup umat manusia Al-Quran.

Jadi saran saya, jangan pernah mendekati zina atau pacaran ini agar tidak tertoreh dosa yang akan membuat menyesal saat di alam akhirat nantinya.
Walaupun dulu saya pernah juga pacaran, namun sekarang saya sudah sadar melalui pengalaman yang saya dapat dari belajar Agama Islam melalui berbagai hal. Saya tidak merasakan sedikitpun kepuasan ataupun keuntungan dari pacaran, malahan saya merasa dirugikan. Namun sudahlah, yang penting adalah masa depan kan, yang masa lalu dijadikan pengalaman untuk pembelajaran saja.
Semoga bermanfaat, terima kasih.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pacaran Menurut Pandangan Dan Hukum Agama Islam"

Post a Comment

Silahkan berikan pendapatmu untuk artikel diatas.
Berkomentarlah!